curhatan

benci deh kalo dengar kata putus,
kenapa harus ada hubungan kalo ujung-ujungnya putus?
kenapa harus ada pertemuan kalo ujung-ujungnya harus berpisah?
kenapa tidak ada yang namanya benar benar everlasting love?
huh,

sahabat saya baru saja putus dari pacarnya yang sudah 2tahun lebih bareng dia,
mereka putus baik-baik kok,
krna memang sudah agak lama mereka tidak pernah lagi kontek kontekan, krna mereka long distance,
yg stu kuliah di malaysia, sementara sahabat saya kuliah di sni, di makassar,
awalnya sahabat saya fine fine aja stlah bbrp jam ptus, malah dy senang soalnya org yang brusan saja menjadi mantan pacar pertamanya justru mengsms dy lagi, nanyain gmna keadaannya skrg,
tapi lama lama justru arah pembicaraan tidak lagi “ramah” malah menyedihkan,
cowoknya malah bilang kalo dy tdak sanggup lh, dy kagum dgn kesetiaan sahabat saya dan menyesal menyia2kannya,
maksudnya gini lho, ngapain sih nulis kayak gtu?
cuma bikin sesak, bikin keputusan yang tadinya mantap jadi meragu,

kalo sudah bgtu, siapa yang harus disalahkan?
jangan pacaran kalo tidak siap sakit hati,
ada quote yang bilang kayak gitu,
kalo saya bilang,
jangan berhubungan kalau tidak mau berpisah,

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s