Sejarah, Penting Tapi Diremehkan

Baru saja saya membaca satu berita tentang komunitas pencinta sejarah di Kota Cirebon. Komunitas ini digagas oleh dua murid kelas sebelas dan guru sejarahnya. Komunitas mereka bernama Reebon 81. Mereka biasanya mengadakan pertemuan untuk belajar sejarah sambil jalan-jalan ke tempat-tempat bersejarah di Kota Cirebon. Mereka juga mengikuti pameran untuk memperlihatkan kepada publik tentang budaya dan sejarah Kota Cirebon.

Keren sekali mereka.

Saya jadi pengen buat komunitas seperti itu juga. Kira-kira, ada tidak yang mau jadi anggotanya? Hehehe.

On the other side, saya pernah membaca satu artikel yang dipublish di website Makassarnolkm tentang museum La Galigo di Benteng Rotterdam, Makassar. Jadi yang nulis artikel ini anak Makassar yang kuliah di Jogja (kalau tidak salah ingat). Seumur-umur dia belum pernah masuk ke Museum Provinsi Sulawesi Selatan itu. Dia nulis pengalaman pertamanya saat masuk ke museum tersebut. Dan hanya ada satu kesan buat dia selama berada di museum tersebut : seram!

Saya juga pernah sekali masuk ke museum La Galigo. Memang suasananya seram. Ruangannya agak remang-remang, kurang pencahayaan, dan yang paling menyeramkan karena pengunjungnya hampir tidak ada. Jadi suasana mencekam sangat terasa.

Kalau mau dibandingkan dengan museum yang ada di negara maju, contohnya Amerika Serikat, kayaknya Museum La Galigo hampir tidak ada apa-apanya. Lihat, kan, gimana kerennya Museum Smithsonian yang ada di film Night at The Museum 2?

Museum La Galigo kesannya seperti tidak terurus, dan mungkin karena publikasi yang kurang sehingga membuat orang-orang (khususnya warga Makassar sendiri) jarang ada yang tahu mengenai keberadaan museum tersebut, jadilah museum itu sepi pengunjung. Padahal seandainya pemerintah memprogramkan kunjungan wajib ke museum bagi anak sekolah, museum itu pasti akan ramai dan museum pun bisa terus diupgrade demi kenyamanan pengunjung. Apalagi Museum Provinsi kita terletak di salah satu benteng bersejarah di Indonesia, kurang keren apalagi coba? (seandainya pemerintah mau memperhatikan).

Bukannya menyenangkan kalau kita belajar sejarah sambil melihat langsung benda-benda peninggalan yang selama ini hanya tertulis dalam buku?

Kita harus menanamkan rasa cinta terhadap sejarah bangsa kita kepada penerus bangsa ini, agar mereka punya semangat yang sama seperti mereka yang dulu dengan gigihnya ingin memerdekakan bangsa kita dari penjajah. Sampai sekarang pun negara kita masih ‘dijajah’ oleh bangsa asing. Untuk memajukan bangsa dan negara kita, semangat nasionalisme yang dapat tumbuh dari belajar sejarah adalah salah satu pilarnya.

Ingat sekali waktu masih kelas tiga SMA, saya ikut bimbingan belajar. Hari itu kelas saya belajar fisika. Suara tentor dari kelas sebelah sempat terdengar sampai ke kelas saya. Kelas sebelah ternyata sedang belajar Sejarah, secara kelas sebelah adalah kelas IPS (sementara saya kelas IPA).

Tentor Fisika saya lalu berkomentar “Ngapain belajar sejarah. Buat saya tidak penting belajar sejarah. Kita harusnya tidak perlu ingat masa lalu lagi,”

Bayangin kalau ada banyak anak muda Indonesia yang berpikiran  seperti ini, kapan majunya negara kita? Mungkin Soekarno bakal nangis darah, dan Bung Tomo akan membisu jika mendengar apa yang dikatakan oleh Tentor Fisika saya itu. Mereka akan menyesal jika melihat anak-anak muda Indonesia yang tidak menghargai apa yang sudah mereka perjuangkan dan korbankan demi kemerdekaan bangsa kita, demi masa depan generasi kita.

One man said “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya”

Jadi mari kita hargai sejarah bangsa kita. Ingat, kita bisa merdeka melawan penjajah hanya bersenjatakan bambu runcing. Meskipun negara kita tidak punya fasilitas canggih seperti di negara maju, namun dengan tekad, semangat dan pemikiran yang brilian seperti tokoh-tokoh pemuda di era pra-kemerdekaan, kita pasti mampu menjadi negara yang maju, besar dan disegani oleh bangsa asing.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s