Review Film : Birdman (2014)

Well, all I can say about this film is WTH?!

Source : Rogerebert

Source : Rogerebert

Film ini bercerita tentang aktor film superhero Birdman yang jaman dulu sangat terkenal. Namun bertahun-tahun sejak film Birdman booming, aktor ini mulai kehilangan kepercayaan diri dan merasa tidak ingin kembali ke dunia film meskipun dirinya sangat terkenal. Aktor tersebut pun mencoba peruntungannya di panggung Broadway. Film ini memperlihatkan konflik batin si aktor yang masih belum bisa move on dari karakter Birdman dan bagaimana usahanya di dalam berkarir di panggung Broadway.

Habis nonton film ini saya jadi bingung, kok bisa ya menang jadi Film Terbaik Oscar?

Menurut saya, film yang bagus adalah film yang ketika sudah masuk credit title, saya bakalan bilang “Wow”. Tapi film ini justru membuat saya “Hah?” dan berkata “Jadi gitu aja?”. Apalagi saya menonton film ini saat Oscar sudah berlangsung. Jadi saya punya ekspektasi yang tinggi terhadap film ini.

Dari segi pengambilan gambar, ya memang film ini bagus. Jadi memang cocok mendapat penghargaan Best Picture (meskipun sebenarnya saya mengandalkan The Grand Budapest Hotel di kategori ini). Pengambilan gambarnya dilakukan dengan one shot dan hanya berpusat pada satu tempat. Para pemainnya juga oke punya, mulai dari Michael Keaton, Edward Norton, Naomi Watts, Zach Galifianakis, sampai Emma Stone. Ending film juga cukup membuat saya bertanya-tanya dan membuyarkan konsep saya tentang tokoh utamanya, dan akhirnya membuat saya pusing dan hanya bisa berkata “JADI INI SEMUA MAKSUDNYA APA?”. Konsep backsoundnya juga keren, karena menampilkan suara gebukan drum dan sekali-kali menampilkan si drummer sendiri.

Source : Film.com

Source : film.com

TAPIIII, sesungguhnya saya tidak mengerti film ini (hiks). Isi dan jalan ceritanya kurang menarik dan kurang bagus menurut saya. Saya bahkan tidak bisa menangkap objek lucu dari film ini, kecuali fakta kalau film ini menyindir aktor film superhero yang sekarang lagi hits-hitsnya di Hollywood. Sekalipun endingnya cukup membuat saya bertanya-tanya, tapi menimbulkan kesan bertanya-tanya yang berbeda ketka saya menonton film-film Nolan. Dan mengingat film ini adalah Film Terbaik Oscar, rasanya gimana ya hmm…

Teman saya bilang, Oscar memang cenderung memilih film terbaik yang bertemakan Hollywood. Jadi ya mungkin wajar saja kalau akhirnya Birdman yang terpilih sebagai pemenang.

Dan, menurut saya film ini bukan a-must-to-watch film. Kecuali otak kamu nyampe untuk menangkap maksud cerita ini atau kamu mau menontonnya berulang kali sampai bisa menangkap maksud ceritanya.

banner-birdman-film_page_np

Source : Godawa

Iklan

Satu pemikiran pada “Review Film : Birdman (2014)

  1. Ping balik: You nailed it, Leo! | i-not-chic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s