Review Film : Pitch Perfect 2 (2015)

Failed.

Source : Google

That’s the only word comes to my mind after watching this movie.

Baru sempat nonton film ini kemarin (after months!). Walaupun telat banget kasih review tapi gpp lah ya hehehe.

Dari segi isi, Pitch Perfect yang pertama masih lebih bagus. Banyak isi cerita yang kurang penting dan tokoh baru yang juga tidak penting di sekuel ini. Hailee Steinfield dan Chrissie Fit misalnya. Tanpa mereka pun semestinya film masih tetap bisa jalan. Alur cerita juga gampang ketebak jadi pas nonton seperti “Not surprise”.

Agak kecewa juga sih. Soalnya saya penggemar Pitch Perfect yang pertama. Saya bahkan menonton film itu berulang kali. Untuk sekuel ini, kayaknya sekali saja sudah cukup.

Sutradara dua film ini juga berbeda, jadi mungkin itu sebabnya sekuelnya tidak mampu menandingi yang pertama. Film pertama disutradarai oleh Jason Moore, sedangkan film kedua disutradari Elizabeth Banks (yang juga berperan sebagai Gail Abernath-McKadden atau si komentator accapela).

Nah, kalau dari segi musik, film ini masih bisa dibilang oke. Meskipun agak aneh saat mendengar lagu Flashlight yang dikatakan sebagai original music dari si anak baru di film ini (Hailee Steinfield). Secara saya nontonnya baru kemarin, jadi sudah lebih dulu dengar lagu Flashlight yang aslinya dinyanyikan Jessie J.

Favorit saya di film ini adalah Das Sound Machine (DSM). Musik dan aransemen mereka keren, jauh lebih keren dari Barden Bellas. Beatbox mereka oke punya. Barden Bellas justru masih stay di konsep mix beberapa lagu seperti di film pertama. Konsep alumni Barden Bellas jadi choir di final perform mereka cukup oke. Meskipun menurut saya DSM masih jauh lebih oke dengan aransemen “I Know What You Did In The Dark” mereka. Dan gampang ketebak, siapa yang jadi juara di akhir kompetisi.

Source : YouTube

Final comment, menurut saya sebaiknya tidak perlu ada Pitch Perfect 3. Soalnya ceritanya bisa jauh lebih maksa dan banyak cerita kurang penting lagi. Kecuali memang si penulis skenario dan sutradaranya mampu membuat cerita yang lebih wah.

So definitely this movie is not a must-to-watch-movie. You can only watch the first movie without curious with the second one.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s