The Revenant (2016)

Source : IMDb World Korea

“As long as you can still grab a breath, you fight. You breathe… keep breathing” – Hugh Glass

The Revenant merupakan kisah nyata dari Hugh Glass, seorang pemburu kulit yang diserang dengan brutal oleh seekor Beruang Grizzly, ditinggal oleh tim pemburunya untuk mati karena keadaannya yang sangat parah, namun akhirnya mampu bangkit dan menemukan jalan pulang ratusan kilometer dengan kakinya sendiri. Kisah ini sangat luar biasa dan penuh perjuangan. Saat menonton filmnya, kamu pasti akan berpikir “orang ini pasti punya keberuntungan yang besar dan sembilan nyawa,”

Film ini liris bulan Januari di Amerika, tapi baru minggu ini rilis di Indonesia. Saya sendiri sudah nonton film ini berminggu-minggu sebelum filmnya diputar di bioskop.

Overall, film ini bagus banget. Adegan thriller di film ini terasa nyata dan benar-benar mencekam, terutama adegan waktu Hugh Glass (Leonardo DiCaprio) diserang Beruang Grizzly. Saya dan adik-adik saya bahkan sempat teriak heboh sambil menutup mata. Rasanya seperti dicabik-cabik oleh beruang itu sendiri. Adegannya juga cukup lama sehingga benar-benar terasa menyiksa. Dari sisi gambar dan sinematografi, film ini oke punya. Pengambilan gambarnya dilakukan di lokasi pegunungan bersalju asli dan menggunakan pencahayaan alami. Jadi selama menonton film, kamu bisa sekalian menikmati pemandangan alam yang indah.

Source : wetpaint.com

Kostum dan make up film ini juga bagus banget. Luka-luka Leonardo DiCaprio kelihatan asli, bulu beruang yang dijadikan mantel dan kostum Indian-nya juga oke. Performa para pemainnya tidak perlu diragukan lagi. Leonardo DiCaprio dan Tom Hardy adalah dua aktor andalan saya. Saya mulai suka Tom Hardy saat dia bermain dalam film Inception, yang kebetulan adalah filmnya bersama DiCaprio juga. Jadi bisa dibilang ini adalah kolaborasi kedua mereka bermain dalam satu film. Yang paling mencolok adalah akting Leonardo DiCaprio sendiri. KETERLALUAN kalau dia sampai nggak dapat Piala Oscar tahun ini.

Kelemahan film ini adalah banyaknya tokoh (baik itu tim berburu Hugh Glass, orang Indian, maupun orang-orang Prancis) membuat saya kadang bingung mengingat peran mereka. Durasi film yang cukup lama juga membuat saya sempat mengantuk. Dalam film ini juga tidak dijelaskan mengenai kondisi hubungan antara Amerika dan Indian, apa yang menyebabkan orang-orang Indian ini dihabisi oleh orang-orang Amerika, atau apa hubungan orang-orang Prancis dengan mereka (kecuali kalian sudah pernah baca sejarah tentang Amerika, kalian mungkin akan bingung). Juga tidak dijelaskan lebih detail mengenai latar belakang tokoh-tokoh lainnya seperti si John Fitzgerald (Tom Hardy) yang jahat. Kita hanya bisa menebak-nebak sendiri mengenai keseluruhan cerita.

Tapi bagaimana pun, isi cerita The Revenant sendiri sudah sangat bagus. Kisahnya yang luar biasa dengan pemandangan yang luar biasa dan aksi-aksi thriller yang benar-benar mencekam membuat semua kekurangannnya tertutupi dan pada akhir film kamu pasti akan berkata “Wow!”

Tidak heran jika film yang diadaptasi dari novel Michael Punke ini mampu meraih skor 8.2 di IMDb, meraih penghargaan Best Director, Best Actor dan Best Motion Picture di Golden Globe dan meraih banyak sekali nominasi di Academy Award. Bisa jadi sutradara Alejandro González Iñárritu akan kembali meraih penghargaan Best Director tahun ini. Kita lihat saja.

Jadi film ini sudah jelas a-must-to-watch-film!

 

 

Iklan

Satu pemikiran pada “The Revenant (2016)

  1. Ping balik: You nailed it, Leo! | i-not-chic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s