Happy Birthday, Freddie!

Hasil gambar untuk freddie mercury hd

Today is supposed to be Freddie Mercury’s 70th birthday.

He is the greatest vocalist ever and has been proven by science.

To honour him, I will give the best gig from Queen. And this gig is also known as The Greatest Live Performance in the history of rock music.

From Live Aid 1985 at Wembley Stadium, UK, this is Radio Ga Ga from Queen.

Iklan

Review Film : Suicide Squad (2016)

Oh, I’m not gonna kill you… I’m just gonna hurt you really, really bad.

Source: complex.com

Because of that line, I was curious about this movie. Moreover, the picture of the badass squad seems like really cool.  I mean, this is DC Comics’ squad. I become DC Comics’ fan since Christopher Nolan made the trilogy of Batman. So I have a great expectation about this film. But, I must say, it is not as great as I expected.

Source: Google

I don’t have that emotion that I feel after watching a good film. This is just….. okay, Harley Quinn is truly badass but that’s all. I still like Joker – Heath Ledger version than Jared Leto, sorry. Maybe because Joker doesn’t have many scenes and doesn’t have an important part of the story. Maybe if he gets more attention, maybe I will love him. Because his appearance is really good, with his green hair and those iron teeth.

Will Smith is just Will Smith. Always become a family man. Katana girl doesn’t have strong character, it makes me think that she is not so important, and so on with that guy who has been caught by Flash. The monster is soooo.. duh. Okay, the witch is kinda scary (with Cara Delevigne’s voice) but I don’t know, that is just not enough for me.

The story is not so strong. Underdeveloped. It is like a train running so fast and I can’t catch it. I mean, the plot is messy. The way of the characters be introduced, the story behind them, the climax and anti-climax. Lame.

The only thing that I love besides Harley Quinn is the soundtracks. They are pretty cool, especially Bohemian Rhapsody.

I hope Justice League can do better. I still count on that.

Aslinya Fort Rotterdam

Selama ini, karena namanya Benteng Fort Rotterdam, saya selalu mengira kalau benteng ini dibangun oleh Belanda pada masa penjajahan. Setelah membaca satu artikel mengenai sejarah Benteng Fort Rotterdam di historia.id, saya baru tahu kalau ternyata benteng ini dibangun oleh rakyat Makassar sendiri tahun 1545 pada masa Raja Gowa Ke – 9, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ Kallonna, dan diberi nama Benteng Ujung Pandang.

Source : Pattingaloang

Saat terjadi perseteruan antara Sultan Alauddin dan VOC terkait dilarangnya masuk pedagang dari Makassar ke Malaka pada tahun 1615, kantor perwakilan VOC di Makassar ditutup. Benteng-benteng yang ada di pesisir Makassar diperkuat. Sebanyak 8 benteng pertahanan dibangun pada saat itu. Benteng Tallo, Benteng Panakkukang, Benteng Ujung Pandang, Benteng Barokbaso, Benteng Barombong, Benteng Garasi, Benteng Mariso, dan Benteng Ujung Tanah.

Berpuluh-puluh tahun setelahnya, pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin (cucu dari Sultan Alauddin), Perang Makassar pecah (1666-1667) dan kemudian diakhiri dengan penandatanganan Perjanjian Bongaya. Perjanjian ini sendiri sebenarnya adalah deklarasi kekalahan Kerajaan Gowa-Tallo, yang mana isi perjanjiannya sangat merugikan pihak kerajaan. Salah satu akibat dari perjanjian tersebut adalah dihancurkannya semua benteng kecuali Benteng Ujung Pandang.

 

Saat VOC berhasil menduduki Makassar, Gubernur Jenderal VOC bernama Laksamana Cornelis Speelman mengambil alih Benteng Ujung Pandang dan mengubah namanya menjadi Benteng Fort Rotterdam, diambil dari nama kota kelahiran Sang Jenderal. Kembali dilakukan pembangunan pada benteng ini yang mana bangunannya masih bisa kita lihat sampai sekarang.

fort-rotterdam-dari-atas.jpg

Source : Google

rotterdam.jpg

Source : Google

Jadi sebenarnya salah kalau ada yang bilang benteng ini benteng peninggalan Belanda. Menurut kalian, bagusan mana, namanya kembali menjadi Benteng Ujung Pandang atau tetap menjadi Benteng Fort Rotterdam?


Link artikel Di Balik Fort Rotterdam

 

Yang Salah Dipahami Terkait Imunisasi

IMUNISASI HALAL!.jpg

Hari ini Pekan Imunisasi Nasional (PIN) diadakan secara serentak di seluruh kota/kabupaten di seluruh Indonesia. PIN masih akan berlangsung selama satu minggu ke depan.

Ada hal yang menarik saat membahas soal imunisasi. Ramai di internet artikel-artikel yang mengatakan bahwa imunisasi adalah haram. Dan bukan hanya di dunia maya, di masyarakat pun ada kelompok-kelompok tertentu yang percaya akan hal tersebut. Permasalahan inilah yang dirasakan oleh beberapa petugas puskesmas di Kota Makassar. angka cakupan imunisasi di Kota Makassar tidak bisa mencapai angka maksimal dikarenakan permasalahan tersebut. Ada dua alasan mayor para ibu tidak ingin mengimunisasi anak mereka : haram dan takut anak mereka demam setelah imunisasi.

Sebenarnya solusi dari masalah ini sangatlah mudah. Penguatan promosi kesehatan adalah kuncinya. Penyebaran informasi dan pengetahuan seluas-luasnya kepada setiap lapisan dan kelompok masyarakat sangat diperlukan.

Pertama, terkait halal dan haramnya imunisasi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa imunisasi adalah halal. MUI bahkan mendukung kegiatan PIN. Pada saat saya menjadi notulen di kegiatan Orientasi Strategi Komunikasi Untuk Meningkatkan Cakupan Imunisasi Rutin Bagi Petugas Puskesmas di Kota Makassar yang diadakan oleh UNICEF bekerjasama dengan BaKTI tahun lalu, perwakilan MUI Kota Makassar telah memaparkan persoalan halal dan haramnya imunisasi ini.

Kelompok yang mengharamkan imunisasi dan vaksinasi beralasan bahwa bahan dasar dari vaksinasi adalah najis. Selain itu, efek samping dari imunisasi dapat menyebabkan autisme. Ada juga yang mengatakan bahwa vaksinasi adalah usaha dagang dari Yahudi.

Kelompok yang membolehkan imunisasi dan vaksinasi beralasan bahwa ada ayat alquran yang mengatakan bahwa “jangan kau menjerumuskan dirimu dalam kehancuran,”. Selain itu, fatwa ulama internasional lebih banyak yang membolehkan daripada yang mengharamkan. Karena bagaimanapun juga mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Seperti hadits dimana Rasulullah menyebutkan bahwa “janganlah engkau meninggalkan generasi yang lemah”. Di Indonesia, NU dan MUI juga membolehkan imunisasi dan vaksinasi.

Babi memang haram dalam Alquran. Namun ada yang namanya istiqlah (sudah disterilisasi, lebih banyak bahan yang bersih/suci daripada yang najis/haram, sehingga terhitung bukan haram) dan istiqlal. Dimana kita berada dalam kondisi darurat dan proses pembuatan vaksinasi sudah disterilkan sehingga tidak haram.

Lebih lanjut, vaksin yang sering disebut mengandung babi adalah vaksin meningitis. Vaksin meningitis tidak masuk dalam imunisasi rutin, sehingga seharusnya tidak ada masalah bagi seorang ibu untuk membawa anaknya ke tempat pelayanan kesehatan guna mendapatkan imunisasi rutin.

Dari segi politisasi, ada kelompok-kelompok Islam yang mengharamkan vaksinasi karena mereka berbisnis herbal. Bagi mereka vaksinasi mematikan usaha mereka sehingga mereka menyebarkan hal-hal mengenai haramnya vaksinasi. Oleh karena itu, pintar-pintarlah dalam menyaring informasi agar tidak termakan isu yang tidak benar.

Negara Islam seperti Mesir bahkan memiliki kebijakan dalam upayanya meningkatkan angka cakupan imunisasi. Syarat untuk mendapatkan akta kelahiran disana salah satunya adalah bayi tersebut sudah diimunisasi lengkap. Mungkin Indonesia bisa mengadopsi kebijakan ini sehingga negara kita mampu melahirkan generasi sehat penerus bangsa.

Kedua, terkait mindset masyarakat yang mengatakan “Habis diimunisasi anak saya malah sakit dan demam,” harus segera diubah. Masyarakat sebaiknya diberi edukasi yang benar mengenai demam. Demam bukan pertanda sakit, tapi pertanda sehat. Jika seseorang sakit lalu demam, itu berarti sistem kekebalan tubuhnya berfungsi dengan baik. Demam menandakan sel darah putih sedang ‘berperang’ melawan benda asing di dalam tubuh untuk melindungi diri kita.

Nah, cara kerja sel darah putih inilah yang menginspirasi imunisasi. Vaksin terbuat dari virus atau bakteri yang dilemahkan yang tentu saja tidak berbahaya lagi. Pada saat vaksin tersebut dimasukkan ke dalam tubuh, sel darah putih akan mengenalnya sebagai benda asing dan berusaha melawannya agar tidak menginvasi tubuh kita. Pada saat itulah terjadi demam. Namun demam ini tidak akan berlangsung lama. Pada saat sel darah putih berhasil memberantas benda asing tersebut, demam otomatis menurun. Dan virus/bakteri lemah yang tadinya dikenal sebagai benda asing, sekarang sudah dikenal oleh sel darah putih. Jika ada virus atau bakteri serupa yang memasuki tubuh, sel darah putih sudah tahu bagaimana cara memberantasnya, sehingga kita tidak akan terinfeksi lagi oleh penyakit yang dibawa oleh virus/bakteri tersebut.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan imunisasi kepada anak yang baru lahir sampai batas umur tertentu. Karena pada saat itu tubuhnya masih belum mengenal virus-virus atau bakteri-bakteri tertentu. Jadi para ibu, jika ingin anaknya tumbuh dengan sehat, jangan ragu ya untuk ikut imunisasi 😉

 

You nailed it, Leo!

Like I said in The Revenant’s review, KETERLALUAN kalau Leonardo DiCaprio tidak menang Aktor Terbaik di Academy Award tahun ini.

After five times nominated for Best Actor and Best Actor in a Supporting Role, akhirnya DiCaprio berhasil meraih piala Oscar-nya! Wohoo!

644xauto-leonardo-dicaprio-menang-oscars-2016-netizen-histeris-160229n-56d40983e6d74-rev1.jpg

Source : Twitter The Fox Magazine

DiCaprio pertama kali masuk nominasi Oscar saat dia bermain di film What’s Eating Gilbert Grape? (1993), berperan sebagai remaja disabilitas dan beradu akting dengan Johny Depp. Perannya tersebut berhasil membawanya masuk nominasi Best Actor in a Supporting Role, namun sayang tidak berhasil menang.

Kali kedua DiCaprio masuk nominasi Best Actor dalam film The Aviator (2004) yang mengisahkan perjalanan sukses Howard Hughes Robert Jr dalam dunia film dan penerbangan. Namun lagi-lagi sayang, DiCaprio belum beruntung.

Dua tahun kemudian film Blood Diamond (2006) membawanya kembali dalam jajaran nominator Best Actor di penghargaan tertinggi sineas Hollywood tersebut. Tapi apa daya, DiCaprio tidak mampu mengalahkan Forest Whitaker (my fave actor too!).

The Wolf of Wall Street (2013) yang mengangkat kisah nyata Jordan Belfort, seorang mantan stock broker Wall Street yang ditangkap oleh FBI, mengantarnya kembali masuk nominasi Best Actor. Aktingnya yang cemerlang di film ini ternyata belum mampu membawa pulang piala. Saya masih ingat jelas saat menonton Academy Award ke 86 di tv. Saya marah-marah sendiri karena yang memenangkan nominasi ini adalah Matthew McConaughey, bukan Leonardo DiCaprio.

Perjalanan panjangnya selama 22 tahun sejak pertama kali masuk nominasi Academy Award dan belum pernah menang membuatnya selalu menjadi bahan candaan 9Gag. Sebenarnya aktingnya selalu keren dan total di setiap filmnya. Hanya mungkin DiCaprio selalu sial karena dinominasikan dengan orang-orang yang jago banget, jadi piala Oscar belum pernah dibawanya pulang. Tapiiii tahun ini, berperan sebagai Hugh Glass di film The Revenant (2016), dia bisa membuktikan kepada semua orang, bahwa kerja keras dan totalitas di setiap film (sekalipun belum pernah menang penghargaan tertinggi) pasti akan berbuah keberhasilan.

644xauto-leonardo-dicaprio-menang-oscars-2016-netizen-histeris-160229n-56d409848f005-rev1.jpg

Source : Tim Yap

Congratzz Bang Leo! You deserve it!

And by the way, like I said in The Revenant’s post too, Alejandro González Iñárritu, the director of The Revenant, lagi-lagi meraih penghargaan Best Director. Ini berarti Iñárritu berhasil memenangkan kategori tersebut dua tahun berturut-turut, setelah sebelumnya dia berhasil lewat film Birdman (2014). Wohoo! Selamat yaa Om Alejandro. Terus berkarya dan hasilkan film-film yang cemerlang.

Finally, Indonesia has this policy!

Indonesia has just taken a new step related to the environment. Yesterday in National Waste Care Day celebration, Minister of Environment and Forestry declared a new policy about plastics usage as a response to the plastic waste problem which increased steadily every year. The consumer has to pay for the plastic when they go to the market. There are pros and cons about this policy.

Plastic is one of the components that is difficult to unravel and it needs decades. Moreover, the plastic bottle needs one million years to unravel. Imagine if there are many plastic wastes pile up on the ground. On the one hand, we can reduce the usage of plastics by this policy. It will encourage people to use bag beside plastic bag, and furthermore, they won’t use plastic at all. It will bring them into a good habit. Because not all of the plastics are suitable to be recycled, therefore, an eco-friendly habit is highly needed.  On the other hand, this policy only covers plastic used for storing groceries. In fact, there are many vendible using plastics as their packaging. This also became one of the largest contributors of the midden. Additionally, Indonesia has no regulation related to plastic tax. Some people believe that the policy is only stress on the society, but not to the plastic companies.

In my opinion, this policy is a good way to resolve a waste problem. German formerly has the same policy. Instead of using a plastic bag, people in German use tote bag to store their groceries. Some stores in German give free tote bag on your first purchase, and they will charge you if you do not bring your tote bag afterwards. As you can see in Hollywood films, Americans use a paper bag instead of a plastic bag while shopping at the market. Thus, retailers can provide paper bag if we do not want to pay for the plastic bag. We can adopt those ideas in order to create an environmentally-friendly habit. Not only will our environment be saved, but also our money. Ireland has plastic tax and succeeded in reducing the usage of plastics until 90%. The government can adopt this regulation to make a further movement as an effort to finish off plastic wastes if the policy being succeed.

By and large, we need to support Government through this plastic usage policy in order to create a healthy environment. The waste problem is a common problem which not only Government responsible for it but also us as a citizen. Let’s save our environment before it is too late.